Majalah Nur Hidayah

Media Mencerdaskan Umat

Tuesday
Jan 06th
Home Wawasan Menangkal Pengaruh TV

Menangkal Pengaruh TV

E-mail Cetak PDF

 Sebagian besar masyarakat beranggapan keberadaan media TV sangat bermanfaat terutama menyaksikan perkembangan dunia dan ilmu pengetahuan. Namun, dibandingkan mudharatnya yang lebih banyak, kaum muslimin perlu mencari solusinya yang tepat.

Di penghujung abad 20 dengan kemajuan teknologi dan canggihnya media elektronik, muncullah TV di negeri ini. Kalau ada rumah tidak memiliki TV, rasanya kurang sempurna sebagai tempat tinggal manusia modern. TV dan nonton TV menjadi kebutuhan yang sulit dielakkan. Selain bermanfaat, ternyata dampak mudharat TV lebih banyak kita rasakan dalam kehidupan di dunia ini. Kasus-kasus yang menggambarkan erosi budaya dan akhlak selalu bermunculan di berbagai tempat. Misalnya ada anak yang berani melawan orang tua, berbicara dengan orang tua tanpa sopan santun, belum lagi segunung berita yang sangat memprihatinkan dan membuat kita hanya bisa mengelus dada. Semua itu menggambarkan akhlak yang makin sirna. Meskipun demikian, media TV tetap dianggap sebagai hiburan yang mengasyikkan.

 

Dalam Islam yang dikatakan hiburan itu adalah mengistirahatkan  pikiran-pikiran dari masalah-masalah keduniaan yang tengah kita hadapi. Menurut riwayat sebuah hadits, bahwa ketika Rasulullah dalam suatu perjalanan yang melelahkan, beliau mengatakan kepada Bilal, muadzin waktu itu: “Wahai Bilal istirahatkan (hibur) kami dengan shalat “ (H.R. Abu Dawud). Bagi seorang muslim setelah bekerja keras sehari penuh, kita bisa istirahat dengan hiburan “Ilahi” yakni dengan shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an. Seorang muslim yang letih pikiran, sedih, kalut, dengan membaca Al-Qur’an atau mendengar bacaan Al-Qur’an hati akan menjadi tenang merasa adem, ayem, dan tentram. Karena Allah berfirman, yang artinya: “Dan orang-orang yang beriman hatinya menjadi tenang dengan berdzikir kepada Allah. Bukankah dengan berzikir hati itu menjadi tenang “ (Q.S. Ar-Ra’du/13: 30). Itulah makna hiburan bagi seorang muslim, yang sudah memahami betul arti dan nilai-nilai, bahwa hidup ini semata-mata untuk ibadah.

 

Namun realitas hidup ternyata penuh tantangan. Perkembangan dunia yang sedemikian rupa menuntut kaum muslimin harus bisa menempatkan diri mengikuti gelombang kehidupan, tetapi harus tetap terikat pada nilai-nilai hidup yang telah ditentukan. Lalu apakah seorang muslim tidak boleh menonton TV? Bukan itu pemecahannya, menghadapi TV diperlukan ketegasan sikap dari kepala keluarga di dalam rumah tangga muslim.

 

Kenapa media TV menjadi berbahaya bagi pembentukan akhlak kaum muslimin? Ada beberapa catatan di media TV yang menjadi indikator berbahayanya pengaruh media ini.

 

  1. Infomasi yang tidak valid, simpang siur sumbernya, dan sering ditambah-tambah, terkadang jadi membingungkan masykarakat, yang cenderung menebar fitnah.
  2. Jenis informasinya yang cenderung mengarah kepada gosip atau yang aneh-aneh berbau mistik, sehingga merusak akidah umat Islam.
  3. Gaya penyampaian informasinya yang mendayu-dayu membuat banyak orang bukannya ingin menjauhkan dari yang jelek-jelek, tapi malah ingin mencobanya. Apalagi remaja yang miskin ilmu pengetahuan.
  4. Gambar-gambarnya yang “sensual” dan cenderung porno baik itu hanya sekedar iklan, maupun hiburan-hiburan musik yang erotis. Eksploitasi wanita, menjadikan tubuh wanita sebagai barang dagangan. Pengaruhnya kurang baik, terutama untuk remaja yang baru belajar agama dan mau tobat.
  5. Tidak menimbulkan kesan membela yang benar, tapi malah terkesan menjelekan seseorang dengan ghibah dan menyebarkan kemaksiatan.

 

Menangkal masalah ini memang tidak mudah. Sebagian besar masyarakat beranggapan keberadaan media TV sangat bermanfaat terutama menyaksikan perkembangan dunia dan ilmu pengetahuan. Namun, dibandingkan mudharatnya yang lebih banyak, kaum muslimin perlu mencari solusinya yang tepat. Berikut perlu kita renungi bersama.

 

1.       Harapan kita ke depan adalah agar segera terwujud stasiun TV Islam , yang menayangkan nilai-nilai akhlakul kharimah sebagai TV alternatif yang dapat menyelamatkan generasi Islam dan keluarga muslim dari kehancuran akhlak.

2.   Barangkali sudah waktunya para bapak beserta ibu yang merasa sama-sama bertanggung jawab atas prospek masa depan anak-anak untuk mulai mengambil sikap tegas terhadap anak-anak dalam menonton TV. Tegas di sini bukan berarti kasar yang tidak simpatik. Tegas di sini berarti mengatur kesepakatan bersama dalam keluarga, dalam menonton TV yang terjadwal rapi, serta disertai disiplin yang ketat.

3.   Apa-apa yang boleh ditonton, seperti pengajian, kuliah agama Islam, siaran pendidikan dan ilmu pengetahuan, apresiasi seni Islam, warta berita, sudah tentu anak-anak boleh menontonnya. Dalam memecahkan masalah ini, sebaiknya orang tua dengan sikap penuh persuasif tidak menghilangkan musyawarah, agar anak-anak mengetahui maksud dan tujuan orang tuanya mengambil sikap seperti itu. Orang tua harus dapat menyampaikan bahwa langkah itu diambil karena mereka sangat mencintai anak-anaknya, agar mereka menjadi anak-anak yang berkualitas baik jasmani maupun ruhaninya sesuai dengan tuntutan zaman.

 

Dalam era globalisasi, TV bagaikan pisau bermata dua. Satu sisi manfaatnya sangat besar, sementara di sisi lainnya dapat melukai aqidah dan akhlak kita. Karena itu untuk mengambil manfaatnya diperlukan filter keimanan yang benar. Harus diingat, tayangan-tayangan pada acara TV dapat saja dikemas seakan-akan Islami, padahal sejatinya menghancurkan Islam itu sendiri.

 

Semoga Allah selalu menunjukkan kepada kita bahwa yang benar itu tetap benar dan memberikan kekuatan kepada kita agar kita selalu mengikuti kebenaran. Semoga pula Allah memberi kita kekuatan untuk melawan segala bentuk kemungkaran dan kebatilan, agar generasi kita dan para keluarga muslim terselamatkan dari kehancuran akhlak. Semoga Allah meridhai usaha kita. (As)

 

 

Login Form

  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.
  • Online servis

    Redaksi
    :
    Admin:

    Banker

     NO.138-0093017262
     
     NO.521.00185.22
     
     NO.984 2598-5


     

    Statistik Pengunjung

    Kami memiliki 8 Tamu online
    Anda pengunjung ke-
    mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
    mod_vvisit_counterHari ini103
    mod_vvisit_counterKemarin145
    mod_vvisit_counterMinggu ini248
    mod_vvisit_counterBulan ini698
    mod_vvisit_counterTotal2431