Majalah Nur Hidayah

Media Mencerdaskan Umat

Saturday
Mar 20th
Home Liputan Kesuksesan Anak Tidak Mutlak Ditentukan IQ

Kesuksesan Anak Tidak Mutlak Ditentukan IQ

E-mail Cetak PDF

Tidak ada orang tua di dunia ini yang tidak senang anaknya menjadi anak yang cerdas dan sukses. Seringkali orang tua mengupayakan kecerdasan anak dengan berbagai fasilitas seperti les atau kursus. Namun sayang sebagian orang tua belum memahami benar bagaimana kecerdasan akan berperan dalam kehidupannya kini dan di masa depan.

Ketika anak lahir dan melewati fase demi fase pertumbuhannya di tahun-tahun pertama, orang tua menaruh harapan indah. Harapan kelak anaknya menjadi seseorang yang pintar, cerdas, dan sukses. Hingga muncul kekhawatiran saat balitanya tidak seperti balita lain seusianya; jangan-jangan ada yang salah, sakitkah, atau tanda kecacatan? Pertanyaan seperti umum dialami oleh ibu-ibu muda yang justru sangat memperhatikan perkembangan anaknya.

Seperti yang dialami Bu Endah Sri Handayani,S.Pd, ibu dari 3 anak. Pengetahuan tentang dunia anak makin bertambah seiring lahirnya anak kedua dan ketiga. Jika pada kelahiran anak pertamanya Bu Endah lebih banyak mencari referensi dan bertanya kepada ibu-ibu senior, tidak demikian tatkala melihat perkembangan anak kedua dan ketiga. Pengalamannya menunjukkan setiap anak memiliki keunikan tersendiri yang barangkali berbeda antara satu dengan yang lain. Meski begitu, Bu Endah tetap memantau perkembangan anak-anaknya dengan berpedoman pada kemampuan standar yang harus dimiliki anak pada setiap jenjang usia.

Pun harapan untuk anak selalu ada dan tertanam. Sejak dini diperhatikannya bakat dan potensi anak. Orang tua memang harus jeli melihatnya, dan untuk memudahkannya adalah dengan mengajak anak bicara. Membicarakan apa yang disukai dan diinginkan anak akan membantu orang tua mengarahkan agar potensinya berkembang dengan baik. Bertolak belakang dengan sebagian orang tua yang kerap memaksakan keinginannya. Orang tua yang ingin anaknya pintar dan berprestasi, mendapat juara kelas, juara lomba, dan terbaik. Tetapi mereka lupa untuk menyapa anak, bagaimana perasaannya, apakah dia menyukai aktivitas yang dipilihkan orang tua?

Ustadzah Parwanti, Waka Kurikulum PG & TKIT Nur Hidayah menilai pandangan orang tua yang memaksakan kehendak sangat tidak bijak. Meskipun semua itu mengatasnamakan masa depan anak atau kebaikan anak. Komunikasi yang baik perlu dibangun dengan anak agar orang tua bisa lebih bijak menentukan langkah dalam mendidik mereka. “Untuk anak yang masih kecil usia pra-sekolah atau TK, peran orang tua memang sangat besar untuk mendorong anak memiliki motivasi intrinsik untuk belajar. Dengan fasilitas yang mampu dihadirkan orang tua, akan lebih bijaksana jika mereka melengkapinya dengan 'hati'. Maksudnya luangkan waktu bersama anak, bukannya meninggalkan anak dengan guru les, alat musik, sementara orang tua sibuk bekerja. Sapalah mereka dan tanyakan tentang perasaannya,” terangnya. Selain itu menjalin komunikasi dengan sekolah dan bekerjasama adalah hal penting agar tujuan pendidikan anak tercapai.

Penting: Keseimbangan IQ,EQ, dan SQ

Senada, Ibu Fitri Ariyani,S.Psi. Psikolog SDIT Nur Hidayah, aktivitas belajar bagi anak merupakan proses pembentukan kebiasaan. Bagi mereka, belajar atau pergi ke sekolah belum menjadi kebutuhan intrinsik atau sesuatu yang dilakukan karena keinginan sendiri. “Karena itu peran orang tua sangat penting. Bagaimana orang tua menumbuhkan motivasi intrinsik anak. Tidak hanya itu, lingkungan atau orang dewasa di sekitar anak juga penting, seperti kerabat dan guru di sekolah.”

Dalam tinjauan ilmu psikologi, Bu Fitri mengemukakan banyak fakta menunjukkan EQ atau Emotional Quotient jauh lebih berperan dalam kesuksesan seseorang. Dibandingkan tingkat IQ yang mengutamakan aspek kognitif seseorang, EQ lebih mengedepankan pada bagaimana seseorang menghadapi masalah dalam hidupnya. Dikatakan Bu Fitri, IQ yang tinggi tidak menjamin keberhasilan belajar anak. Bisa jadi IQ-nya tinggi tetapi dalam pergaulannya dengan orang lain mengalami hambatan. Dari pengamatan yang dilakukan terhadap anak-anak SDIT Nur Hidayah selama ini, Bu Fitri berkesimpulan bahwa anak-anak dengan IQ yang sedang-sedang saja tetapi EQ-nya stabil memiliki hasil belajar yang baik.

Peran orang tua sangat penting dalam membentuk kematangan emosi anak. Ketika emosi anak stabil menurut Bu Fitri mereka lebih mudah bergaul dan membuka diri dengan lingkungan. Saat mengalami kegagalan misalnya, anak yang memiliki kematangan emosi paham bahwa hal itu bisa saja terjadi dan harus diterima sebagai konsekuensi. Berbeda dengan anak yang belum matang emosinya, dia sulit mengendalikan rasa kecewanya. Akibatnya, menangis semalaman atau mogok.

Kematangan emosi sedini mungkin akan membantu anak dalam menjalani kehidupannya di masa depan. Bergaul atau berinteraksi dengan banyak orang, akan memunculkan konflik. Jika tidak bisa mengelola emosi dengan baik anak akan mudah stres. Karena itu disarankan Bu Fitri untuk melatihnya sejak anak masih kecil, seperti belajar bersama teman-temannya dan guru di sekolah. Dalam kacamata psikologis diakui memang sebaiknya antara IQ dan EQ ada keseimbangan.  IQ yang tinggi diimbangi dengan kematangan emosi tentu sangat membantu anak untuk sukses dalam pendidikan dan masa depannya kelak.

Anda tentu sering mendengar istilah SQ atau Spiritual Quotient. Belakangan istilah ESQ lebih popular setelah Ary Ginanjar menulis buku berjudul sama. Pada prinsipnya menurut Ibu dari tiga anak ini, SQ adalah kemampuan memahami suatu peristiwa sebagai bagian dari ketentuan Allah swt. dan menyikapinya sesuai dengan petunjuk-Nya. SQ lebih berperan dalam kebahagiaan seseorang. “SQ terkait dengan bagaimana penerimaan seseorang terhadap peristiwa yang menimpanya. Jika ikhlas maka akan merasa tenang dan nyaman. Merasa dekat dengan Allah swt. juga menjadi parameter untuk SQ seseorang.” Ditambahkannya, SQ biasanya ditandai dengan kualitas dan semangat beribadah dan motivasi untuk meraih pahala yang besar. SQ juga menunjukkan kejiwaan seseorang. Kesuksesan seseorang menjalani hidupnya adalah manakala hatinya merasa puas dan tenang. Ketenangan dan kepuasan batin acapkali disinggung dalam Al-Qur'an, yakni dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang, Q.S. Ar-Ra'du: 28.

Belajar, pada saatnya menjadi kebutuhan setiap orang. Karena akal manusia menyempurnakan penciptaan-Nya atas segala makhluk lain. Secara naluriah akal mengajak manusia berpikir. Otak dalam hal ini organ yang menjadikan manusia memiliki kemampuan berpikir, terus berkembang dari waktu ke waktu. Sejak masa kandungan, otak sudah mulai terbentuk dan berkembang. Namun, masa emas atau golden age untuk perkembangan otak terjadi pada usia 0-5 tahun (beberapa ahli berpendapat antara 0-2 tahun, 0-8 tahun) yakni sampai dengan 80%. Pada tahun-tahun pertama inilah sebaiknya anak distimulasi agar memiliki landasan berpikir yang kokoh saat dia besar nanti. Selanjutnya, otak harus terus digunakan, sebagaimana para guru menasehati muridnya, “Otak seperti pisau yang jika tidak pernah digunakan akan menjadi tumpul.” (If)

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 01 Maret 2010 10:59 )  

Sekilas Info

Sebagai bentuk kepedulian sosial dan amal shalih kita semua, Yayasan  siap menerima anak asuh baru. Bagi muslimin dan muslimah yang memiliki informasi tentang anak yatim piatu dapat menghubungi Panti Asuhan Yatim Nur Hidayah Surakarta. Jl. Pisang No. 12 Kerten Laweyan Surakarta atau Info lebih lanjut hubungi (0271) 711792, 723737.

Dengan Syarat :

1. Islam

2. Usia SD kelas 1 - 5 ( 6th-11th)

3. Yatim Piatu atau yatim dan miskin

Renungan

Hati yang berada dalam naungan cahaya iman, akan memandang keletihan dalam berjuang sebagai kenikmatan dan mereka senantiasa melihat pengorbanan karena berujung pada ketaqwaan dan surga.

Login Form

  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Redaksi Online

    Amin santoso
    :
    Setyo
    :
    Iffah
    :
    Admin :

    Konsultsasi Syari'ah Online

    Ust. Kasori Mujahid

    Donate Us

    NO.138-0093017262
    NO.521.00185.22
    NO.984 2598-5


    Statistik Pengunjung

    Kami memiliki 15 Tamu online
    Anda pengunjung ke-
    mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
    mod_vvisit_counterHari ini126
    mod_vvisit_counterKemarin271
    mod_vvisit_counterMinggu ini1423
    mod_vvisit_counterBulan ini4988
    mod_vvisit_counterTotal35861

    Download smadav

    smadav antivirus indonesia

    Follow Us