Dunia IT satu dekade ini heboh. Kemajuan teknologi di bidang IT berkembang sangat pesat. Internet sebagai media mutakhir di bidang informasi dan komunikasi mampu menggeser peran media generasi sebelumnya, yakni cetak dan audio/audiovisual. Menggeser dalam artian peran kecepatan akses dan aplikasi yang sangat cepat dan beragam tentu saja menarik. Banyak informasi penting dapat menyebar cepat di internet dan menjangkau wilayah geografis yang sangat luas. Dunia kini diumpamakan seperti global village atau desa kecil dengan adanya teknologi internet ini.
Salah satu hal yang dinilai paling menarik dari media internet adalah program aplikasi berbasis jejaring sosial yang terus berkembang dari masa ke masa. Jika awalnya situs raksasa Yahoo! dan Google mendominasi dunia internet dengan aplikasi yang mudah diakses pengguna, kini bermunculan aplikasi program lain yang tak kalah canggihnya. Sebut saja situs pertemanan seperti friendster, facebook, twitter, youtube, hi5, fupei, dan banyak lainnya. Namun di antara sekian banyak situs pertemanan, facebook menempati urutan pertama dalam perkembangan jumlah anggota.Dibangun pertama kali pada tahun 2004 oleh seorang mahasiswa 21 tahun yang juga penganut Yahudi, Mark Zuckerberg, Facebook atau disingkat FB terus mengalami peningkatan jumlah anggota yang paling cepat. Tiga tahun dari pendiriannya, FB sudah memiliki 34 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Setiap harinya 25 juta user/pengguna aktif mengakses FB. Rata-rata mereka menghabiskan waktu 19 menit per hari untuk melakukan aktivitas di FB. Tahun 2007 pula, peringkat FB naik dari posisi 60 menjadi ke-7 untuk situs yang paling banyak dikunjungi.
Anda salah satu user FB? Kini hampir semua anak sekolah yang sudah akrab dengan internet memiliki akun di FB. Dari anak sekolah hingga kakek-kakek merasa nyaman menggunakan fasilitas di FB. Aplikasi yang memungkinkan pengguna menemukan teman sekolah, teman lama atau kenalan baru hanya dengan mengetikkan alamat email atau sekadar nama, siapa tak tertarik?
Di balik kesuksesannya, situs ini pernah dilanda kontroversi yang dikaitkan dengan sang pemilik. Mark yang seorang Yahudi dituding menyisihkan keuntungan dari usaha FB-nya kepada tentara Israel. Ini artinya menyumbang dana yang digunakan untuk perang Israel menginvasi Palestina dan musuhnya yang lain. Dunia Islam resah, namun seiring waktu muncullah dua pendapat. Pertama, mereka yang sama sekali tidak mau terlibat dengan FB karena alasan tersebut. Kedua, pihak yang berpendapat lebih moderat dan tetap memanfaatkan FB. Alasan mereka justru ingin menyebarkan nilai-nilai Islam di FB dan saling memberi tausiah dengan kawan-kawannya.
Ustadz Rahardjo, STP dari SMAIT Nur Hidayah menganggap FB tak lebih dari teknologi. Karena itu, menurutnya baik-buruk FB harus dilihat dari penggunaannya. “Tergantung dari penggunanya. Mau menggunakan untuk kebaikan atau sebaliknya, keburukan. Jika kita menggunakan untuk silaturrahim, menurut saya boleh-boleh saja,” terangnya. Ditambahkannya, banyak pengguna yang belum tahu banyak tentang perkembangan terkini, karena itu diperlukan pihak-pihak yang melakukan edukasi.
Dalam proses edukasi ini mereka yang memiliki informasi atau pengetahuan lebih dalam tentang teknologi yang bersangkutan hendaknya membaginya kepada pengguna lain. “Contohnya tips aman atau potensi dampak yang belum diketahui banyak orang.” Untuk menanggulangi dampak buruk secara global, Ustadz yang juga biasa dipanggil Ustadz Jojo ini mengajukan alternatif moderasi. “Dengan moderasi, sebuah sistem internet dapat diusahakan mendekati budaya setempat. Dalam artian menyaring content yang sesuai dengan kearifan lokal. Mungkin saja hal-hal tertentu biasa dipublikasikan di negara Barat tapi tidak menurut budaya Timur. Inilah peran moderasi” jelasnya lagi.
Beberapa orang pengguna FB mengaku menggunakan FB untuk menjalin komunikasi dan silaturrahim dengan teman lamanya. Seperti Mira yang kini tinggal di Aceh. Dia masih bisa berhubungan dan mengetahui kabar teman-temannya di Solo dengan mengakses FB. Yang paling menyenangkan menurutnya adalah informasi tanggal lahir teman-temannya. Katanya dengan begitu dia bisa memberi ucapan selamat atau doa.
Obi seorang mahasiswi Indonesia di Jepang, menggunakan FB untuk bertemu kembali dengan kawan-kawan lamanya. Baginya, dapat membaca status yang menentramkan jiwa adalah kesukaannya di FB. Di samping juga bisa melakukan diskusi kecil dengan teman-temannya. Yang juga membuatnya senang adalah ada teman yang mau mengingatkan ketika khilaf. Tapi sama halnya Ustadz Jojo, teknologi seperti situs FB dilihatnya seperti pedang, tergantung yang menggunakan.
Lain lagi dengan Doni. Pemilik nama lengkap Ferdias Romadoni ini secara jujur mengaku tujuan dirinya bergabung dengan FB lebih karena alasan bisnis. “Saya memanfaatkan FB ini untuk kepentingan marketing, juga personal branding,” katanya. Doni yang lulus S1 Keperawatan UI dalam usia 20 tahun 4 bulan ini mengaku tidak sering meng-update statusnya di FB. “Kadang sampai berminggu-minggu nggak ganti statusnya,” kata pria yang lebih tertarik menjadi wirausaha.
Baginya, FB memerankan fungsi socialnetworking di mana setiap orang bebas mengekspresikan dirinya dan menghubungkan diri dengan siapapun. Doni yang punya banyak ambisi ini pernah mengikuti event internasional gara-gara FB. Tahun 2009 lalu, dia menjadi salah satu peserta YES (Young East-South/Pertemuan Pemuda Asia Tenggara). Dan saat wawancara akhir Desember lalu, dia juga tengah menunggu konfirmasi sponsor untuk acara sejenis di London, Inggris.
Dhiyas, siswi SMAIT Nur Hidayah mengatakan FB merupakan salah satu media komunikasi dengan keluarga besarnya. “Keluarga besar saya (Om, Pakde) kebetulan tinggal berjauhan. Dengan FB, bisa saling mengetahui kabar masing-masing.” Tapi jangan salah, beberapa kantor memblokir situs FB. Alasannya, jika karyawan mengakses FB saat bekerja akan menganggu situasi kerja. Ini dialami oleh Bayu, wartawan salah satu media nasional yang tinggal di Jakarta. Bahkan ada pemberitaan lain yang menyebutkan, seorang karyawan dipecat gara-gara memaki-maki bosnya di FB. Manfaat yang diperoleh di FB untuk menjalin hubungan memang besar. Tetapi bukan berarti tidak memerhatikan etika atau norma lainnya. Tetap bijak dan kendalikan diri, jika salah, bisa-bisa Anda yang rugi sendiri. (If)
Positif-Negatif Menggunakan FB
Berikut beberapa nilai-nilai positif dan negatif yang saya dapatkan dari berbagai sumber, namun ini lebih bersifat subjektif menurut pendapat dan pengalaman pribadi saya,
Positif:
1. Memperluas jaringan pertemanan, dengan Facebook saya bisa mendapat teman-teman baru yang Alhamdulillah baik, namun ada juga yang sepertinya kurang bermaksud baik dan semua itu kembali ke kita bagaimana menanggapinya.
2. Mempererat tali silaturahmi, dengan Facebook saya bertemu kawan-kawan lama saya dan akhirnya komunikasi dapat berlanjut hingga sekarang, sampai-sampai bisa mengadakan reuni kecil-kecilan.
3. Mempermudah syiar, sebagai seorang Muslim sudah kewajiban untuk saling mencerahkan dan dicerahkan satu sama lain dan dengan Facebook peran tiap-tiap muslim sebagai da'i menjadi lebih mudah.
4. Cepat mendapatkan informasi terkini tentang teman kita.
5. Media refreshing
6. Meningkatkan angka penjualan, bagi Anda yang memiliki bisnis atau usaha Facebook merupakan media promosi yang gratis dan sangat efektif bagi usaha Anda.
Negatif:
1. Informasi/data pribadi Anda terancam, hati-hati dalam memasukkan data-data yang bersifat sangat pribadi karena bukan tidak mungkin akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
2. Awas kecanduan, saya cukup banyak mendengar orang-orang yang akhirnya malahan addicted sama Facebook dan akhirnya urusan mereka menjadi terbengkalai, intinya berusahalah proporsional dalam menggemari apapun… karena Allah tidak suka orang-orang yang berlebihan.
3. Beberapa berpendapat kalau facebook berperan dalam pendanaan Israel ketika menyerang Palestina, untuk hal ini saya sarankan untuk mengkaji lebih dalam lagi dan kembalikan kepada niat Anda dalam ber-Facebook, karena bila kita saksikan malahan Facebook adalah media yang paling efektif dalam membangun image anti-israel.
4. Informasi menjadi semakin mudah diputar-balikan, kalau ini sebetulnya merupakan dampak negatif dari internet secara umum, dan tentu saja akhirnya masuk ke dalam dampak negatif Facebook.
















