Nama : Ervi Shofiyah Nur'aini, S.Pd.
TTL : Surakarta, 3 September 1979
Alamat : Jln. Noyorono Rt 05 Rw 1 Kebonan Sriwedari Surakarta
Suami : Triyanto Raharjo
Pendidikan : TK-SMA di Surakarta
S-1 Pendidikan Luar Biasa UNS
Pekerjaan : Guru SD Sunniyah (2003)
Guru Playgroup PG & TKIT Nur Hidayah (2005-2009)
Waka Kesiswaan PG & TKIT Nur Hidayah (2009-sekarang)
Motto Hidup : Menjadi orang yang bermanfaat di mana saja
Ustadzah yang akrab disapa Us Ervi ini sejak awal diamanahi sebagai guru di kelas play group, tepatnya tahun 2005 saat dia bergabung dengan PG & TKIT Nur Hidayah. Setiap hari menyambut anak didiknya yang baru kali pertama menginjakkan kaki ke sekolah dengan senyum dan sapaan hangat. Anak-anak tak sedikit yang langsung bisa dekat dengan Us Ervi. Rahasianya, Us Ervi sudah lama akrab dengan anak-anak. Sebut saja anak-anak tetangganya. Tetangga dekat yang kebetulan ngontrak di rumah ibunya, menitipkan anak kepada Us Ervi dan ibunya.
Selama kurang lebih empat tahun lamanya, Us Ervi mengajar anak-anak Playgroup dengan penuh semangat dan sukacita. Baginya, aktivitas mengajar anak-anak itu sama saja dengan bermain bersama mereka. “Saya anggap tugas mengajar anak-anak itu seperti kesempatan bermain bersama anak-anak. Hanya saja, dalam permainan itu, saya sisipi pelajaran yang dapat ditangkap oleh pemahaman mereka.”
Kini, selain bertugas mengurus anak-anak PG & TKIT Nur Hidayah secara keseluruhan, Us Ervi juga bertanggung jawab mengajar sentra alam. Sejak PG TKIT Nur Hidayah menggunakan sistem pembelajaran dengan pendekatan BCCT alias Beyond Center and Circle Time, pembelajaran terbagi dalam berbagai sentra yaitu sentra alam, sentra ibadah, sentra balok, sentra persiapan, sentra peran, dan sentra olah tubuh.
Di sentra alam, Us Ervi yang juga mengajar kegiatan ekstrakurikuler seni kreativitas ini mengajak anak mengenal bahan-bahan alam. Air, tanah, biji tumbuhan, pasir, menjadi media belajarnya. Tidak hanya mengajarkan bagaimana memanfaatkan bahan-bahan alam itu untuk bermain, Us Ervi juga mengenalkan anak pada masalah lingkungan hidup. Terlebih lagi pada Sang Maha Pencipta alam raya, Allah swt.
Keberadaan air, tanah, dan segala kandungan alam lainnya sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh manusia. Sebagaimana Us Ervi menggunakannya untuk media belajar. Melalui pembelajaran di sentra alam ini, anak-anak dilatih sensori motorik atau gerakannya antara indera mata, alat gerak tangan, dan otak sebagai pusat syaraf. Diharapkan dengan terlatih memegang dan mengolah bahan alam, motorik tangan anak lebih luwes saat tiba waktunya untuk menulis. Kelebihannya, mereka yang terlatih dengan sentra alam tidak terlalu capek untuk menulis berlembar-lembar.
Kreasi Barang Bekas
Berangkat dari keprihatinan Us Ervi dan ustadzah TK yang lain saat melihat banyak sampah di mana-mana, timbul inisiatif untuk menggunakan barang bekas sebagai media belajar. Khususnya dalam kegiatan ekstrakurikuler, Us Ervi bersama rekannya, Us Siti mengajari anak membuat mainan dari barang bekas yang notabene adalah sampah. Botol sisa minuman kesehatan yang banyak ditemui di sekitar rumah atau jalan dibuat menjadi mainan berbentuk lebah. Dengan sedikit tambahan sayap yang dipasang pada botol dan tali yang diikatkan pada lidi atau kayu, jadilah sampah itu lebah-lebahan.
Us Ervi yang pernah mengeyam Pendidikan Luar Biasa di UNS merasa prihatin saat ini banyak anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) yang kurang mendapat dukungan dari keluarga dan lingkungan. Masih banyak orang yang memandang miring soal keberadaan mereka dan tak jarang membuat keluarganya minder. Dia berharap para ABK mendapat tempat dan penerimaan yang sama seperti orang lain. “Karena mereka adalah makhluk Allah swt., sama seperti kita. Karena itu mereka juga punya hak yang sama seperti kita.”
Dalam hatinya masih tersimpan kerpihatinan yang mendalam ketika saat melaksanakan tugas kuliah, Us Ervi mendapati anak-anak ABK itu ditampung di SLB yang dikelola orang non-Islam. Meskipun kini Us Ervi merasa berada di dalam dunianya, yakni dunia anak-anak pra-sekolah, tetapi masih ada harapan untuk bisa mengamalkan ilmu yang pernah diperolehnya di bangku kuliah, pendidikan luar biasa. (If)
Akrab dengan Anak-Anak












