Nama : Budi Lenggono, S.Pd.
Tempat Tanggal Lahir : Sukoharjo, 8 Juli 1984
Alamat : Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo
Pendidikan : TK-SMA di Solo
S1 P-Bio FKIP UNS
Riwayat Pekerjaan : Asuransi Takaful (2006)
Editor Penerbit Tropica (2007)
Guru & Wakasek Kesiswaan SMAIT Nur Hidayah (2007-sekarang)
Motto Hidup : Allah membersamai prasangka hamba-Nya
Impian hari ini adalah kenyataan hari esok.
Barangkali tidak banyak orang yang seperti figur kita ini. Di usia yang sangat muda, Ustadz Budi Lenggono telah diberi amanah menjadi Wakasek Kesiswaan SMAIT Nur Hidayah. Menangani masalah anak-anak remaja menjadi bagian dari keseharian Ustadz Budi. Beliau mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam mengemban amanah ini. “Bukan tanpa kesulitan, tetapi bagaimana tetap kreatif mendampingi dan memberi solusi atas masalah anak didik,” ujarnya.
Menurutnya, siswa SMAIT Nur Hidayah sama saja seperti anak remaja lainnya yang penuh dinamika. “Bedanya, di sini (SMAIT Nur Hidayah - red) mereka terkondisikan di lingkungan yang Islami. Sejak awal mereka sudah diperkenalkan dengan nilai Islam bahkan ada yang dari kanak-kanak. Jadi relatif bisa diarahkan.” Kini tugas sekolah dan guru untuk mendidik mereka menjadi sebaik-baik calon pemimpin bangsa, sebagaimana tujuan SMAIT Nur Hidayah didirikan.
Pengalamannya mendampingi remaja sejak masa sekolah hingga kuliah dulu membuat Ustadz Budi banyak terbantu dalam melaksanakan amanah sebagai Wakasek Kesiswaan. Sejak SD, Ustadz Budi memiliki track record yang baik, cemerlang malah. Berbagai aktivitas dan kegiatan ekskul diikutinya. Naik gunung, latihan SAR, organisasi mahasiswa, sampai politik kampus pernah dicicipinya. Namun tahukah Anda, Ustadz Budi pun pernah mengalami kepasifan dalam hidupnya? Tetapi barangkali tidak hanya Ustadz Budi yang mengalami menjadi penakut waktu kecil. Minder karena tidak punya banyak teman, tentu ini wajar dialami setiap orang. Hingga dia sendirilah yang memutuskan untuk berubah menjadi orang yang pede dan pemberani. Walhasil, seabrek prestasi diraihnya semenjak itu (baca pengakuan langsung di blog pribadinya www.bioman-smaitnurhidayah.co.cc).
Alhamdulillah Ustadz Budi relatif berhasil dalam setiap amanah yang pernah diembannya. Rahasianya, selalu optimis saat menerima amanah dan tanggung jawab di samping harus ikhlas tentunya. Begitu pun dengan amanah sebagai Wakasek SMAIT Nur Hidayah yang sejak awal dipercayakan kepadanya. Prinsip bahwa Allah swt. senantiasa sesuai dengan prasangka hamba-Nya selalu dipegangnya. Karena itu dia selalu optimis menghadapi masa depan, betapapun sulit dan berat tugas itu.
Guru Profesional
Menjadi guru profesional merupakan salah satu cita-cita yang terus dikejarnya sejak waktu kuliah di FKIP UNS. Pendidikan di kampus memberinya inspirasi untuk menjadi pendidik yang profesional. “Guru profesional menurut saya tidak selalu sama dengan kriteria untuk lulus sertifikasi guru. Memang benar salah satu tujuan sertifikasi itu agar guru lebih profesional, tetapi itu tidak menjadi batasan ukuran seseorang dikatakan sebagai guru profesional,” terang anak tunggal di keluarganya ini. Yang sebenarnya lebih penting dari sertifikasi itu menurutnya adalah bagaimana seorang guru mampu mendidik siswanya untuk dapat mencapai yang terbaik. Indikatornya tentu saja tetap dengan nilai akademis. Output sekolah yang dihasilkan dari proses PAKEM alias Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan ditambah inovatif dan mampu memotivasi siswa untuk maju bahkan sampai jangka panjang.
Ukuran lainnya ditambahkan Ustadz Budi yang hobi nulis di blog ini antara lain siswa tidak hanya mendapatkan ilmu teori sesuai yang dibutuhkannya di kelas saja tetapi juga mampu memanfaatkannya kelak kemudian hari langsung di lapangan. Saat ini ustadz Budi tertarik untuk mempelajari tentang hypnosis (ilmu yang mempelajari tentang hipnotis). Dia ingin bisa menguasai ilmu tersebut agar dapat dimanfaatkan untuk dunia pendidikan di antaranya memotivasi siswa dalam belajar atau membantu mereka yang bermasalah. (If)















