Nama : Rahmat, S.E.
Tempat Tanggal Lahir : Surakarta, 3 Desember 1979
Alamat : Karangpung Rt 2 Rw 9 Kismoyoso Boyolali
Istri : Lutfi Istiqomah
Anak : Muhammad Jundi Alfarisi (2 bulan)
Pendidikan : SD-SMA di Solo
S1 Manajemen UNS
Pekerjaan : Waka Sarana & Prasarana PG & TKIT Nur Hidayah
Motto Hidup : Selalu berbuat yang terbaik semaksimal mungkin
Bapak Rahmat merupakan satu dari dua orang ustadz yang mengajar di PG & TKIT Nur Hidayah. Selain menangani masalah sarana dan prasarana, Ustadz Rahmat juga diamanahi tugas mengajar. Walaupun profesi guru TK jarang diambil kaum adam, namun Ustadz Rahmat sama sekali tidak keberatan sebaliknya justru merasa nyaman dan menikmati pekerjaannya itu.
Meskipun jumlah ustadz di PG & TKIT Nur Hidayah sangat minim dibanding jumlah ustadzah yang ada, Ustadz Rahmat mengatakan justru perannya sangat dibutuhkan. “Ada pekerjaan-pekerjaan tertentu yang membutuhkan tenaga laki-laki. Sementara di sini (PG & TKIT Nur Hidayah – red) kami ustadznya cuma dua orang, saya sendiri dan Ustadz Anang. Ada juga sih dua orang lagi karyawan laki-laki. Tapi jika ada satu saja ada yang berhalangan, saya akui kami sangat kewalahan.”
Ustadz Rahmat bergabung dengan PG & TKIT Nur Hidayah sejak tahun kedua TK ini berdiri. Saat itu baru ada Ustadz Anang. Ada kisah menarik saat Ustadz Rahmat mengikuti tes seleksi menjadi ustadz di TK ini. Dia sebenarnya sudah mengenal Ustadz Anang sejak lama. Aktivitasnya di dunia TPA membuatnya sering bertemu dengan Ustadz Anang yang kebetulan juga punya aktivitas yang sama. Ustadz Anang sering diundang untuk mendongeng dalam acara TPA yang dikelola Ustadz Rahmat. Tetapi walaupun demikian, Ustadz rahmat tidak mengetahui sebelumnya jika Ustadz Anang sudah bekerja di PG & TKIT Nur Hidayah. “Saya tahunya waktu tes tertulis kok ada Ustadz Anang yang jadi pengawas,” ujarnya tersenyum mengenang hal itu.
Energi Ekstra
Awalnya memang sempat merasa grogi waktu mengajar siswa, karena banyak orang tua yang menunggui anak-anaknya. Tetapi lambat-laun di tahun-tahun berikutnya Ustadz Rahmat mulai bisa menikmati dan tidak canggung lagi dalam mengajar. Pengalamannya mengelola TPA sejak SMA sampai dengan kuliah dirasakan sangat membantunya. Hanya saja perbedaan usia anak TPA dengan anak TK menuntut lebih banyak perhatian dan tenaga ekstra.
“Anak-anak TK masih perlu didampingi karena belum paham banyak hal. Sebagai guru kita harus terus mendampingi setiap aktivitasnya. Karena itu menjadi guru TK kami rasakan benar-benar menguras tenaga. Syukur anaknya mudah diatur, lebih-lebih jika mendapati anak-anak yang sangat aktif, sudah pasti bakal kecapekan. Selama ini saya melihat kebersamaan/kerjasama para ustadz/ustadzah dan kesabaran merekalah yang dapat meredam rasa lelah seharian mengurus anak didiknya.”
Secara pribadi Ustadz Rahmat mengaku tidak memiliki target khusus yang terencana dalam setiap fase hidupnya. Selama ini dia hanya mengikuti alur hidup. Dan kini hidupnya telah sampai dalam sebuah keluarga kecil dengan seorang anak yang baru saja lahir di awal Ramadhan yang lalu. Keberadaannya di PG & TKIT Nur Hidayah sendiri juga dirasakannya membawa manfaat bagi dirinya. Memahami karakter anak dan pola pendidikan yang Islami merupakan dua hal yang dipelajarinya di sini. Apalagi PG & TKIT Nur Hidayah sering mengadakan seminar atau pelatihan parenting. Nantinya semua itu bakal dimanfaatkannya untuk mendidik sang anak.
Seluruh guru dan karyawan di PG & TKIT Nur Hidayah senantiasa berusaha menciptakan suasana yang harmonis di antara mereka sendiri. Sering terjadinya pergantian ustadzah (keluar-masuk) selain merupakan beban bagi mereka yang tetap di sana, juga menjadi problema bagi anak-anak. Dalam usianya yang masih kecil, anak-anak sangat membutuhkan model atau figur dalam belajar. Jika guru mereka sering berganti dikhawatirkan mengganggu proses belajar mereka.
Dia berharap selain menjadi institusi pendidikan Islam, PG & TKIT Nur Hidayah mampu menjadi tempat mendapatkan maisah yang mencukupi bagi guru dan karyawannya. Tingkat kesejahteraan yang seimbang dengan jerih payah menurut Ustadz Rahmat dapat membuat optimal kinerja seorang pekerja selain suasana kerja yang nyaman dan kondusif. Sebagaimana menjadi salah satu tujuan didirikannya Yayasan Nur Hidayah ini. Ustadz Rahmat bersama guru dan staf PG & TKIT Nur Hidayah lainnya terus berupaya untuk mengembangkan pendidikan Islam untuk anak-anak. (If)















