Usia sahabat kita ini masih tergolong anak-anak. Namun begitu, siswi kelas IIB SDIT Nur Hidayah ini adalah anak yang mandiri.
Mulai bangun tidur kemudian mengerjakan aktivitas rutinnya setiap pagi: membereskan tempat tidur, shalat Subuh, menyetrika bajunya sendiri, dan berangkat sekolah bersama kakaknya. Tidak ada rengekan manja khas anak mama yang susah dibangunkan atau menangis karena ternyata terlambat berangkat ke sekolah. Zelfa, tidak pernah terlambat sampai di sekolah.
Barangkali masih banyak teman-teman seusia Zelfa yang senang bermanja dengan orang tua. Jika makan masih disuapi atau harus dimandikan. Berbeda dengan Zelfa yang tidak pernah merepotkan abi dan uminya dengan semua itu. Bagaimana dengan kalian, apakah sudah mandiri seperti Zelfa?
Abi dan uminya Zelfa, Bapak Chalimi dan Ibu Jumiyatun, pastinya sangat bangga dan bahagia memiliki anak seperti Zelfa. Di rumah, anak kedua dari tiga bersaudara ini sering membantu uminya tanpa diminta. “Jika uminya mau memandikan si bungsu yang masih bayi, Zelfa langsung menyiapkan bajunya dan ikut memandikan adiknya,“ kata Abinya yang bertugas sebagai satpam SDIT Nur Hidayah.
Bintang Berprestasi
Soal mencuci pun, Zelfa yang lahir 25 November 2001 bisa diandalkan. Meskipun masih kecil, dia tidak hanya mencuci bajunya sendiri, tapi juga baju kakak dan adiknya. “Asal yang nggak kena kotorannya saya mau mencucikan,” katanya santun. Subhanallah… pintar sekali kawan kita ini. Hmm… sangat patut dicontoh teman-teman.
Prestasi di sekolah pun tidak kalah bagusnya dengan di rumah. Beberapa kali Zelfa menjadi peserta lomba hafalan dan baca Qur'an. Meskipun belum meraih juara, Zelfa tidak putus asa dan terus menghafal. Di samping hobinya membaca, sahabat kita ini senang juga menghafalkan. Tak heran kalau kita tahu ternyata waktu TK Zelfa menjadi bintang berprestasi untuk kategori hafalan. Hingga kini terus istiqomah mengikuti program hafalan.
Di kelas IIB prestasinya tak kalah dengan teman-temannya, masuk sepuluh besar. Ditambah kemandirian dan akhlak baik yang diperlihatkan dalam keseharian Zelfa, membuat dia makin disayang guru dan teman-temannya. Zelfa dikenal baik dengan semua teman-temannya, sehingga semua suka pada anak yang agak pendiam ini. Sopan santunnya kepada orang yang lebih tua juga terlihat jelas waktu wawancara.
Jika sudah besar nanti, Zelfa sangat ingin menjadi pengusaha. Lebih tepatnya pengusaha kue. Zulfa suka masak? Nggak juga. Karena masih kecil, Zelfa baru bisa membantu uminya masak. “Biasanya kalau hari Ahad saya bantu ibu masak. Goreng tempe, masak sayur bayam, goreng telur, atau masak mie.” Mencuci piring pun sudah biasa dilakukan Zelfa. Tak heran kedua orang tuanya sayang sekali dengannya.
Di samping kegiatannya membantu orang tua setiap hari, Zelfa punya kreativitas lain dalam bidang menulis. Zelfa sangat senang menulis cerpen atau puisi. Paling sering Zelfa menulis puisi untuk ibu atau yang bertema ibu. Mungkin karena dia sayang sekali sama uminya ya teman-teman. Cerita tentang kucing adalah kesukaannya dalam menulis cerpen. Begitu naik ke kelas III Zelfa ingin mengikuti kegiatan ekstra jurnalistik. Melihat minatnya menulis, rasanya Zelfa cukup berbakat untuk mengembangkan diri di dunia tulis-menulis. Setuju teman-teman?
Oya, bagi kalian yang ingin mengunjungi Zelfa dan adik kecilnya bisa datang lho ke rumahnya, Perum Maduasri Blok C Rt 03 RW 09 Colomadu Karanganyar. Tapi karena lumayan jauh, harus diantar orang tua atau kakak kalian tentunya. (Kak If)















