Mohammad Sony Pratama nama lengkapnya. Dia termasuk anak nakal, malas dan sering membuat gaduh di kelas 5. Dia sering dipanggil kepala sekolah dan juga sering dinasihati guru-guru.
Jika di rumah, dia sering dimarahi orang tuanya. Dan saking malasnya ia juga sering remidi. Semester satu kemarin dia mendapat ranking terakhir. Di semester dua ini ia lebih ditekan guru-guru agar kelas V naik semua. Ia punya sahabat namanya Bayu. Ia anak yang rajin, baik hati. Dia juga anak yang pandai dari kelas 4 dan 5, dialah yang menduduki ranking1.
Bayu sering menasihati Sony, namun tak satupun masuk ke hatinya. Suatu hari ia dipanggil kepala sekolah. “Sony, ini untuk kamu juga. Bapak Ibu guru telah sepakat agar kamu ikut tambahan pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan PKN setiap hari Senin, Rabu, Kamis dan Sabtu.” Tapi Bu, kenapa cuma saya?” Karena kamu itu sudah terancam tidak naik kelas.” Dari jam berapa Bu?” Dari jam 05.30-07.30. “Ha, kok sampai jam 07.30?” Ini tidak bisa diundur lagi, kamu mengerti!” Iya, Bu.”
Setiap hari ia mengikuti pelajaran tambahan. Tetapi tak ada perubahan. Sony pun juga kesal karena tak punya waktu bermain. Ia pun bilang kepada Bayu sambil mengeluh. Dan Bayu menanggapi dengan ringan seraya berkata, “Kalau kau berjanji akan memberi orang tuamu yang terbaik dan berniat untuk menjadi yang terbaik, lalu itu semua kamu camkan dalam hatimu, pasti kamu akan juara.” Baik, akan ku lakukan.
Ujian semester tinggal 2 minggu lagi. Sony semakin ditekan oleh Guru-Guru agar bisa naik. Sony pun belajar dengan sungguh-sungguh. Waktu terus berjalan. Sony pun berjanji untuk bisa masuk 10 besar. Mid semester pun tiba, saat yang dinanti-nantikan Sony untuk mengujinya. Dengan semangat yang tinggi dan keinginan untuk membahagiakan orang tuanya semakin besar sampai akhirnya Mid sudah selesai dan tinggal menunggu hasilnya.
Dan saat dibagikan, Sony mendapatkan angka yang memuaskan seperti, Matematika 8.8, IPA 9, IPS 8.9, PKN 9.5, BI 9.1 dan lain-lain. Bayu sangat senang sekali. Bayangkan, hanya karena kata-katanya, Sony bisa menjadi sehebat itu. Saat pengambilan raport, orang tua Sony bahagia sekali. Sony bisa dapat ranking 7 dan peringkat 29 paralel. Saat Sony bertemu Bayu, Sony berterima kasih kepadanya. Karena ia sudah mau menasihati dirinya. Bayu pun hanya berkata. “Manusia tidak ada yang bodoh, hanya saja malas.” Mereka pun tertawa bersama-sama. Bayu pun berkata “sekarang berjanjilah kau, siap untuk mempertahankan prestasimu dan kau harus lebih baik di kelas VI nanti.” Ha…ha…ha…















