Teman kita ini lebih senang dipanggil dengan nama Haya. Usianya belum genap lima tahun tapi pintarnya masya Allah. Tanggal 17 Juli nanti usia Haya tepat lima tahun. Kalian tahu sekarang dia masih duduk di keluarga Rose Mary TK A, PG & TKIT Nur Hidayah?
Kecil-kecil begini, Haya sudah sangat lancar membaca. “Menulis juga bisa,” katanya melengkapi. Hmm.. siapa ya orang tuanya, pasti mereka yang ngajarin Haya buat baca-tulis? Olala, Haya adalah anak kedua dari tiga bersaudara putra pasangan Bapak Denfikar Pramabawa dan Ibu Maryuningtyastuti.
Pengen tahu Haya lebih jauh? Yuk kita tanya apa kesukaannya. “Aku suka membaca, menggambar, sama nonton film. Menggambar pesawat, helikopter, binatang… Banyak yang aku suka.” Kalau pas nonton film biasanya Haya ditemani sama Mamanya. Kalian juga? Baguslah kalau begitu. Soalnya, tidak semua tayangan TV/film bagus buat kalian. So, kalian juga mesti minta ijin sama Mama kalau mau nonton TV/film. Biar Mama bisa nemeni kalian, oke?
Sambil main ayunan di halaman belakang sekolah, Haya ditemani banyak kawannya yang tertarik sama obrolan Haya. Sesekali ada yang usil dan Haya minta mereka untuk tidur setelah mendengar bel waktu tidur dibunyikan. “Kalian tidur dulu, aku masih belajar sama Bu Iffah..” katanya sambil mendorong temannya menjauh dari ayunan. Saat wawancara memang terlihat kalau Haya adalah anak yang pintar. Nggak cuma pengakuannya saja bisa membaca, Haya juga mempraktikkan baca dan tulis langsung. Tulisan nama kegiatan ekstra yang tergantung di teras belakang berhasil diejanya dengan baik. Satu kata yang mungkin asing baginya, yakni ekstra theater baru dibacanya setelah bertanya.
Haya terbiasa dengan aturan dan komitmen. Orang tuanya yang menanamkan itu sejak dini. Misalnya saja saat telat menjemput, Haya diperbolehkan meminta makan malam di luar yang dia mau. “Kalau sudah sore atau hujan aku boleh minta makan apa saja sama abiku,” ujarnya lugu. Seperti anak yang lain, Haya dijadwalkan pulang jam 15.00 setelah tidur siang. Tetapi karena kesibukan sang Abi, kadang Haya terlambat pulang. Apalagi sekarang musim hujan dan sering sekali hujan turun sore hari, jadilah Haya senang bisa makan apa yang dia mau. Apa sih kesukaan Haya? Ternyata dia suka makan daging dan sayuran teman! Tidak heran ya dia jadi anak cerdas, karena gizinya tercukupi. Ingat, kecerdasan juga dipengaruhi oleh gizi lho!!
Di sekolah, Haya yang diajarkan metode membaca Qur'an Ummy sudah sampai jilid III. Setiap hari Haya dan teman-temannya Rose Mary belajar Ummy bersama ustadzah Yuni, wali kelasnya. Di samping Ummy, Haya juga menghapal surat pendek dan doa-doa. Untuk surat pendek saat ini yang sudah dihapalnya dengan lancara adalah surat Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas.
Haya mengaku tidak memiliki seragam astronot untuk wisuda TK-nya kelak. Ya, Haya sangat ingin menjadi seorang astronot kebanggaan Bangsa Indonesia. Bersama astronot lainnya, Haya pengen banget terbang ke luar angkasa dengan mengendarai roket. Dia bahkan bisa menggambarkan proses tinggal landas roket. “Nanti aku naik roket terus wuss…wuss… keluar apinya besar di bawah roket, terus terbang jauuhh… terus ekornya dilepas…lepas lagi.. sampai deh di angkasa.” Masya Allah.
Kalau teman-teman ingin ketemu langsung dengan Haya dan adik kecilnya Satria, berkunjunglah ke rumahnya di Jln. Tiga Negeri No. 35 Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Tapi bilang dulu ya… soalnya Haya itu paling senang menghabiskan waktu liburnya bersama keluarga. Biasanya mereka pergi ke tempat wisata seperti ke Taman Pintar di Jogja. Haya dikatakan para ustadzah punya kelebihan dalam kecerdasannya. Hampir semua aspek dalam multiple intelligent dia kuasai. Amat dini untuk memutuskan potensi paling besar yang dimilikinya karena hampir semuanya dimiliki secara imbang dan menonjol di antara teman-temannya. Saran untuk semua orang tua, terus asah kecerdasan anak dengan cara yang menyenangkan bagi mereka. (Kak If)















